MINYAK KELAPA SAWIT MERAH PROSPEKTIF

MINYAK KELAPA SAWIT MERAH PROSPEKTIF

Riset perkelapasawitan yang tambah maju menemukan prospek usaha baru sektor kesehatan dari produksi minyak goreng sawit merah yang mengandung vitamin A dan E. Indonesia sebagai produsen minyak kelapa sawit mentah (CPO) terbesar dunia berpeluang membuahkan produk minyak nabati baru yang sehat.

Demikian siaran pers peluncuran kerja sama program sosial Eka Tjipta Foundation (ETF), punya kelompok usaha cahaya Mas, yang di terima di Jakarta, Kamis (17/3). Acara ini dihadiri Ketua Umum ETF G. Sulistiyanto, Direktur Utama PT SMART Tbk Daud Dharsono, dan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Sam Herodian.

Sedikitnya 10 juta anak dan jutaan masyarakat miskin di Indonesia tetap kekurangan Vitamin A, yang berfungsi bagi mata dan menjaga regenerasi sel, imunitas, dan turunkan risiko penyakit kanker dan lupus.

Untuk bagian awal, IPB dapat menjalankan program perlindungan vitamin A bagi masyarakat miskin di Bogor barat, Jawa Barat, yang terkandung di dalam minyak goreng merah produksi PT SMART Tbk. Hal ini merupakan bagian dari sosialisasi kegunaan minyak goreng merah dari kelapa sawit.

Kelapa sawit merupakan penghasil karotenoid tertinggi di dunia. Minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) olahan bagian pertama berwarna merah pekat dan mengandung beta karoten provitamin A sebanyak 600-1000 mg per kg atau ppm karuniatinggiindonesia.com .

Karotenoid yang terkandung di dalam minyak sawit merupakan provitamin A yang terlalu enteng diserap oleh sel mukosa saluran pencernaan manusia lantas diubah menjadi vitamin A atau retinol bersama potensi konversi sebesar 98%. Potensi ini menjadikan minyak sawit merah sebagai sumber vitamin A yang jauh lebih efisien dan tidak mahal dibandingkan sumber vitamin A lainnya.

Selama ini proses pengolahan CPO menjadi minyak sawit goreng meliputi penghancuran provitamin A secara besar-besaran untuk meraih minyak goreng yang jernih atau berwarna agak kuning. Proses pengolahan ini, yang disebut sebagai pemurnian, juga menyebabkan kerusakan vitamin E yang juga terkandung di dalam CPO.

Jika produksi CPO di Indonesia raih sekurang-kurangnya 16 juta ton per tahun, sementara persentase karotenoid provitamin A sebesar 550 ppm, maka kuantitas provitamin A yang hancur sekurang-kurangnya 7.700 ton per tahun.

Vitamin A sebanyak itu sanggup mencukupi keperluan sekurang-kurangnya 30 miliar orang per tahun bersama perhitungan umumnya keperluan per orang sebesar 700 mcg retinol ekivalen per hari.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *